Senin, 12 Oktober 2015

Kabut Asap Indonesia Menyeberang ke Malaysia dan Singapura

“Peristiwa ini terjadi setiap tahun bukan disengaja, tapi lebih karena musim kering yang menerpa sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.” (Anggota DPR) 

ASAP. Pesawat mendarat di tengah kabut asap yang menutupi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Sumatera Utara, 29 Agustus 2015. Foto oleh Tamy Utari/EPA






Petugas Bandara Malaysia Sindir WNI Akibat Kabut Asap

Palembang, CNN Indonesia -- Malaysia merupakan salah satu negara tetangga Indonesia yang terkena dampak kabut asap dari Pulau Sumatera dan Kalimantan. Kabut asap di Negeri Jiran ini terbilang cukup pekat dan mengganggu sejumlah penerbangan domestik serta internasional di Bandara Internasional Kuala Lumpur hingga Rabu (7/10).

Akibat jadwal penerbangan yang kacau, banyak petugas bandara setempat melontarkan keluhan mereka di saat bekerja. Tak jarang, beberapa dari mereka bahkan menyindir langsung calon penumpang yang diketahui berkewarganegaraan Indonesia sebagai cara meluapkan kekesalan.

Salah satunya adalah Aswin Prasetyo (23) yang berprofesi sebagai jurnalis. Tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk menghadiri acara otomotif pada Selasa (6/10) kemarin, dia langsung mendapat sindiran halus dari petugas yang mengetahui dirinya sebagai warga Indonesia.

“Saat saat mau check-in penerbangan domestik tujuan Langkawi, petugas bandara melihat paspor saya dan mengatakan ‘Oh, dari Indonesia. Asal mana?’,” ujar Aswin saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (7/10) malam.

Ditanya seperti itu, Aswin pun mengaku menjawab berasal dari Jakarta. Petugas bandara itu pun kemudian menanyakan kondisi udara di Jakarta.
Ketika Aswin menjawab bahwa Jakarta tidak terkena kabut asap dan yang terkena hanya wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan, petugas pun mengatakan, “Oh, enak ya, di Jakarta tidak terkena asap. Tidak seperti di sini, semua penerbangan kacau karena kabut asap.”
Mendengar hal itu, Aswin mengaku tak bisa berkata banyak. Sindiran terhadap Indonesia melalui dirinya pun ternyata tak berhenti di petugas bandara.
Pada saat sesi makan malam di acara otomotif yang dia hadiri, Aswin mengaku kembali mendapat sindiran mengenai kabut asap.
“Banyak tamu undangan dari sejumlah negara yang terlambat karena penerbangan mereka mengalami penundaan akibat kabut asap. Beberapa delegasi pun menyindir saya, mengingat saya adalah WNI,” ujarnya.
Hingga Rabu siang, kabut asap di wilayah Malaysia masih cukup pekat. Aswin mengungkapkan jarak pandang saat itu hanya mencapai 200 meter.
Namun, keadaan mulai berubah menjadi lebih baik ketika petang menjelang. Hujan yang turun membuat kabut asap di Malaysia sedikit menghilang. (meg)

ASAP. Pesawat mendarat di tengah kabut asap yang menutupi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Sumatera Utara, 29 Agustus 2015. Foto oleh Tamy Utari/EPA
JAKARTA, Indonesia — Kabut asap yang menyelimuti beberapa daerah di Indonesia tidak hanya mengganggu penduduk di Indonesia. Seperti sebelumnya, kabut asap ini juga terbawa ke negara tetangga: Singapura dan Malaysia.
Menurut Bloomberg, indeks polusi udara (PSI) di Singapura pada Kamis siang tercatat 137, masuk dalam kategori tidak sehat. Namun angka ini memang tidak setinggi Juni 2013, di mana nilai PSI mencapai 401.
Di beberapa daerah di Malaysia, termasuk Kuala Lumpur, juga diselimuti kabut asap. Di sana sudah ada imbauan agar warga tidak beraktivitas di luar rumah, atau mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
Dalam acara ASEAN, Anggota DPR Hamdhani Mukdhar mengatakan akan mendorong Pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan masalah asap ini.
“Kami ingin minta maaf kepada Pemerintah Malaysia dan Singapura terkait kabut asap ini,” kata Hamdhani, Rabu, 9 September.
“Peristiwa ini terjadi setiap tahun bukan disengaja, tapi lebih karena musim kering yang menerpa sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.”
Di Indonesia, masalah yang sama menimpa beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan, termasuk di Riau, Jambi, Palembang, dan Palangkaraya. Beberapa sekolah diliburkan dan warga diimbau tidak keluar rumah karena indeks pencemaran udara yang tinggi.
"Pagi ini jarak pandang hanya 2.500 meter. Ini sudah mengganggu penerbangan dan transportasi lalu lintas," kata Ardhito, prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, seperti dikutip Antara, Kamis. 

KUALA LUMPUR – Akibat kabut asap yang melanda Malaysia, untuk hari ini wilayah sekitar Universitas Sains Malaysia dan Seberang Jaya 2, Perai, di Penang, berdasarkan indeks tingkat polutan di udara (air pollutant index/API) mencapai tingkat tertinggi pada minggu ini yaitu di angka 164–168. Pengukuran tersebut dilakukan pada hari ini, pukul 09.00 waktu setempat.
Menurut Departemen Lingkungan Malaysia, kedua wilayah itu termasuk 12 lokasi lain yang mempunyai tingkat API dengan status tidak sehat. Akibat kabut asap ini, hampir 7.000 sekolah ditutup. Demikian seperti dilansir dari The Star, Senin (5/10/2015).
Wilayah lain di Malaysia yang masuk kategori tidak sehat pada hari ini adalah:
• Kampung Air putih, Taiping (156)
• Alor Setar (152)
• Perai (144)
• Bakar Arang, Sg. Petani (143)
• Sekolah Kebangsaan Jalan Pegoh, Ipoh (140)
• Seri Manjung (134)
• Langkawi (131)
• Kangar (125)
• Jalan Tasek, Ipoh (116)
• Batu Muda, Kuala Lumpur (102)
Pembacaan API dikategorikan menjadi beberapa tingkatan yaitu udara yang sehat mempunyai angka 0–50, 51–100 biasa saja, 101–200 tidak sehat, 210–300 sangat tidak menyehatkan, dan 300 ke atas sudah masuk kategori berbahaya.
 
Solusi pemerintah
TIM PEMADAM. Anggota TNI yang hendak berangkat ke Sumatera untuk memadamkan titik api yang menyebabkan kabut asap sedang mendengarkan pengarahan di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis, 10 September. Foto oleh Rappler
TIM PEMADAM. Anggota TNI yang hendak berangkat ke Sumatera untuk memadamkan titik api yang menyebabkan kabut asap sedang mendengarkan pengarahan di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis, 10 September. Foto oleh Rappler
Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Presiden Joko “Jokowi” Widodo belum lama ini berkunjung ke lokasi kabut asap.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan sudah meminta gubernur untuk bertindak tegas terhadap perusahaan yang menyebabkan kebakaran hutan.
"Bertindak tegas terhadap perusahaan perkebunan, agar ikut terlibat dan bertanggung jawab dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Kedua, tidak memberi peluang kepada pendatang yang masuk tanpa izin dan berpotensi melakukan pembakaran hutan," ujar Tjahjo, Kamis, 10 September.
Tentara Nasional Indonesia juga sudah memberangkatkan lebih 1.050 personel ke Palembang dan Jambi untuk memadamkan kebakaran.
"Mereka dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Mereka yang punya kemampuan penanggulanagan bencana," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kamis, 10 September.
Ada tiga wilayah kebakaran hutan yang akan jadi fokus pemadaman: Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Bayuasin.
"Setelah dapat laporan BMKG, lalu pesawat kita bergerak melakukan pemantauan udara. Seiring dengan itu, tim darat ikut bergerak ke titik api," ujar Gatot.
Gatot juga mengatakan TNI akan membeli dua pesawat yang bisa digunakan untuk melakukan waterbomb. — Rappler.com